Biasanya kayu tipis alami diolah dengan cara diratakan. Alur prosesnya sebagai berikut: kayu mentah → pemotongan → pemotongan → pelunakan (dikukus atau direbus) → perencanaan → pengeringan (atau tidak dikeringkan) → pemotongan → pemeriksaan kemasan → penyimpanan. Berikut ini hanya tiga langkah penting:
1, Potong bagian
Setelah kayu gelondongan masuk ke pabrik, terlebih dahulu harus dipotong-potong sesuai panjang yang dibutuhkan, kemudian dipotong menjadi balok-balok kayu. Pada saat memotong balok kayu, pola penggergajian harus dipilih berdasarkan diameter batang kayu, tekstur kayu, dan cara pemasangan balok kayu pada planer, agar lebar kayu tipis yang diiris tidak kurang. daripada persyaratan yang relevan. Rencana yang masuk akal tidak hanya memiliki tingkat hasil yang tinggi, tetapi juga menghasilkan lebih banyak kayu tipis potong radial dan lebih sedikit kayu tipis potong tali busur, sehingga menghasilkan nilai dekoratif produk yang tinggi. Skema penggergajian yang berbeda harus digunakan untuk kayu gelondongan dengan kadar diameter berbeda.
2, Mengukus dan Memasak
Setelah pengukusan (yaitu perlakuan hidrotermal), plastisitas kayu meningkat. Cara yang paling efektif untuk meningkatkan plastisitas kayu adalah dengan mengatur suhu dan kadar air secara bersamaan, yaitu meningkatkan suhu dan kadar air kayu secara bersamaan. Inilah sebabnya mengapa dalam produksi sebenarnya, uap jenuh atau air panas biasanya digunakan untuk mengukus dan mengolah balok kayu. Saat menempatkan balok kayu ke dalam kolam memasak, balok tersebut harus disortir menurut jenis pohon dan spesifikasi balok kayu; Yang terbaik adalah menjaga suhu air pada suhu kamar dan menaikkannya secara perlahan untuk menghindari retaknya balok kayu karena tekanan termal.
3, kering
Kadar air setelah pengeringan umumnya harus antara 8% dan 12%. Peralatan pengeringan kayu tipis mencakup pengering drum dan pengering sabuk yang beroperasi terus-menerus, serta ruang pengering yang beroperasi secara intermiten. Ruang jemur merupakan alat pengering model kuno, tidak ekonomis, namun kualitas pengeringannya baik. Yang paling banyak digunakan adalah pengering drum. Kayu tipis, terutama yang ketebalannya kurang dari 0.4mm, harus dikeringkan menggunakan belt Dryer.
